Terima kasih anda telah mengunjungi blog Yayasan Maraqitta'limat***Info Yayasan Maraqitta'limat bisa dilihat di yamtia.wordpress.com***Pemondokan jamaah haji tahun ini paling jauh 4 km dari masjidil harom***Pelajar di Makkah Mukarromah siap membantu jamaah hajji selama berada di Makkah Mukarromah***Para Relawan siap kembali dikirim ke Gaza

Jumat, 14 Mei 2010

Pembacaan Lontar, Tradisi Masyarakat Dayan Gunung


Suara merdu lantunan A. Sirbayan (63), menggema di kegelapan malam yang menyelimuti Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Larik-demi larik yang tertulis dalam Lontar terus dibaca dengan alunan tembang dang-dang, sinom dan pangkur, membuat dinginnya angin malam tanpa terasa. Sementara yang bertindak sebagai penerjemah adalah Saidah Nurcandra.


Tulisan dalam Lontar dengan menggunakan hurup Jawa Kuno, tampaknya sudah mendarah daging pada sosok kedua , lelekai paruh baya yang lahir di Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.Lontar yang ditulis pada potongan daun Jontal inilah warisan nenek moyang, yang bila dibaca dengan lantunan tembang disebut dengan “Pepaosan”, yakni salah satu seni sastra yang terus dilestarikan oleh masyarakat Lombok pada umumnya, dan Dayan Gunung pada khususnya. Tembang seperti itu dalam masyarakat Bali dikenal dengan mababasan atau macapatan dalam masyarakat Jawa.


Acara Pepaosan yang biasa dilaksanakan pada malam hari ini, dilakukan oleh empat orang laki-laki atau lebih dengan menggunakan pakaian adat asli Dayan Gunung. Salah seorang diantara mereka, bertindak sebagai pembaca yang sekaligus penembang, dan seorangnya lagi sebagai penerjemah atau pujangga, sementara yang lainnya sebagai pendukung tembang.


Menurut Saidah Nurcandra, Pepaosan ini pernah tenar di kecamatan Bayan, sekitar tahun 2004, dimana ketika itu setiap malam minggu, digelar sebuah acara pembacaan Lontar oleh Radio Komunitas Primadona FM. Dan hampir dua kali seminggu melakukan rekaman pepaosan. “Namun setiap casset rekamannya jadi selalu diminta beli oleh pendengar rakom Primadona dengan kisaran harga Rp. 30-50 ribu per satu casset”, tuturnya pada Kombinasi, ketika ditemui di kediamannya di Dusun Teluk Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara pada 14 Mei kemarin.


Saidah Nurcandra yang juga penyiar Selemor Ate (pengobat hati) yang isi siarannya khusus tentang budaya Dayan Gunung dengan menggunakan bahasa Sasak ini cukup banyak digemari oleh pendengar. “Karena disamping beliu dapat meniru suara perempuan, juga seringkali bertindak selaku dalang wayang kulit, yang sejak dimekarkan Lombok Utara menjadi sebuah daerah otonomi baru pada tahun 2008 lalu, perhatian pemerintah dinilai masih minim terhadap beberapa budaya peninggalan nenek moyang kita, termasuk budaya Pepaosan ini”, katanya.


Lebih-lebih generasi mudanya sudah banyak tidak tertarik lagi belajar membaca lontar atau pepaosan. Mereka menganggap acara tembang itu sudah kurang relevan lagi dengan zaman sekarang. Ia prihatin melihat hal itu. Oleh karena itu, dirinya bersama beberapa tokoh adat Desa Sukadana, mendirikan sebuah kelompok seni budaya pembacaan Lontar, yang belakangan dikenal dengan nama kelompok pepaosan Sedalu-Dalu. Melalui kelompok pepasosan yang terdiri dari puluhan remaja dan pemuda ini, Saidah Nurcandra melakukan bimbingan belajar membaca Lontar sekaligus tembang pepaosannya. “Kelompok Sedalu-Dalu ini sudah aktif sejak tahun 1999, dan sudah banyak menghasilkan generasi muda yang mampu membaca sekaligus sebagai penterjemah”, ungkap Saidah yang mengaku tidak tamat SD ini.


Tembang Dalam Pepaosan


Tembang, menurut pendapat A. Sirbayan, adalah hasil cipta rasa dan karsa dalam mengungkapkan perasaan yang diatur dalam baris dan bait serta perpaduan antara aksara dan kidung. Tembang sangat terikat dengan kaidah-kaidah ketentuan yang sangat baku dan tidak bisa diubah menuruk keinginan sendiri, karena semuanya sesuai dengan ketentuan dari para pencipta atau penemu yaitu Wali Songo. “Sementara patokan atau intro tembang yang digunakan adalah, dang-ding-deng-dong dan dung. Dan ini diperguanakan sesuai dengan judul tembang”, jelas A. Sirbayan.


Tembang-tembang yang biasa digunakan, antara lain, maskumambang adalah tembang yang bila menemukan cerita-cerita sedih. Tembang Kasmaranda dan Sinom, digunakan oleh sang pembaca bila jalan ceritanya menggembirakan. Sementara tembang pangkur dan durma dilantunkan ketika dalam ceritanya terjadi kegelisahan atau peperangan sang raja. Sedangkan yang menjadi tembang biasa, artinya boleh ditembangkan dalam kondisi apa saja adalah tembang Kinanti dan Mijil, dan beberapa tembang lainnya seperti tembang Gambuh, Mugatruh, Pucung, Ginada dan Giris.


Salah satu contoh tempat penggunaan tembang Kasmarandana yaitu : Pratikle wonghakrami – Dudu brana dudu warna – Amung hati pahitane-kena pisan luput pisan, Ye gampang luih gampang, yen hangel-hangel kelangkung, tan kena tinambak harta. Artinya, Bila anda memilih pasangan untuk dijadikan istri. Pilihlah bukan karena ketampanan atau busananya yang indah, namun karena hatinya yang tulus suci. Karena bila salah memilih maka akan menjadi meleset. Dan bila mencari pasangan atau jodoh, jika dikatan mudah memang ia mudah. Pikirlah mateng-mateng sebelum itu terjadi, sebab yang namanya cinta sejati tidak bisa ditukar dengan harta.

Saidah Nurcandra menambahkan, tembang ditas menggunakan patokan “ding-dang-deng-dang-dung. Dan dalam menyusun setiap tembang, harus mengetahui atau mengikuti ketentuan jumlah suku kata tiap baris pertama sampai baris terakhir, sebab dalam tiap tembang barisnya berbeda-beda.


Saidah menambahkan, guru lagu dan guru aksara merupakan satu sistim atau patokan dalam menyebut lagu tiap-tiap baris. Namun antara daerah yang satu dengan daerah lainnya, kadang-kadang berbeda dalam menentukan patokan yang digunakan. Ada yang mennggunakan patokan kata yang lazim disebut 2,4. Ada pula yang menggunakan patokan kata yang disebut 1,3. Dan patokan kata yang terakhir inilah yang digunakan khususnya oleh masyarakat Lombok Utara atau Dayan Gunung.

Membudayakan Pepaosan Melalui Rakom Primadona


Lombok, merupakan sebuah pulau yang masih memiliki puluhan bahkan ratusan peninggalan sejarah. Demikian juga dengan Lontar memiliki banyak nasakah, baik yang menjadi koleksi lembaga maupun perorangan (para pemaos) dan pedanda. Di Bayan saja, menurut Saidah Nurcandra memiliki puluhan naskah.


Banyaknya naskah Lontar di Lombok Utara pada khususnya, masih mengenal pepaosan, seperti daerah lainnya di pulau Lombok. Bahkan di musium NTB sedikitnya tersimpan sekitar 1350-an naskah lontar. Naskah-naskah yang tersimpan di musim yang terletak di jln. Panji Tilar 6, Mataram ini cukup beragam, seperti lontar dengan judul “Rengganis”, “Jatiswara”, “Monyeh”, “Puspakerma”, dan “Amir Hamzah”.


Untuk membudayakan pembacaan lontar atau pepaosan, dan menarik generasi mudanya untuk mau belajar, rakom Primadona FM, kembali membuka sebuah program mingguan yaitu acara pepaosan yang penggemarnya masih cukup banyak terutama para orang tua dan tokoh adat setempat. Program acara pepaosan ini, tentu saja disambut baik oleh kelompok Sedalu-Dalu pimpinan Saidah Nurcandra. “Saya siap mendatangkan para pepaos ke studio primadona, dan bila perlu kita lakukan rekaman langsung, yang cassetnya bisa dipasarkan ke luar daerah Lombok Utara”, katanya sambil tersenyum menyambut program acara pepaosan ini.


Demikian juga dengan rekaman casset, permintaan terus berdatangan. Dan untuk memenuhi permintaan tersebut pengurus Primadona kembali menjalin kerjasama dengan kelompok pepaosan Sedalu-Dalu Desa Sukadana. Sementara untuk membuat casset rekaman, belum bisa dilakukan karena mengingat peralatan yang dimiliki rakom Primadona, belum memadai dan juga keterbatasan dana.


Di Kecamatan Bayan sendiri, hampir setiap ada acara gawe (pesta), selalu diisi dengan pepaosan, yang biasanya dimulai pada pukul 21.00 malam hingga menjelang pagi (subuh). Dan lontar yang dibacanya tergantung dari pesta yang dilaksanakan oleh masyarakat. Demikian juga pada hari-hari besar Islam, seperti maulid nabi, isra’ mi’raj, maka naskah yang dibacanya berkaitan dengan ajaran Islam yaitu lontar Jatiswara.


Dalam upacara adat, seperti menyongsong kedatangan Tahun Alif, yang dilaksanakan satu windu (8 tahun) sekali, sering dibacakan beberapa naskah, umpamanya “Kawitan” yang berisi tanya jawab Nabi Muhammad dengan malaikat dan “Purwadaksi” yang menceritakan kehidupan alam gaib tentang pencarian jati diri; sang tokoh mencari jati diri ke berbagai tempat, tapi akhirnya yang dicari itu ada dalam diri sendiri.


Pada upacara kelahiran bayi, masyarakat Lombok mendendangkan Lontar “Rengganis”. yang mengisahkan kehidupan raja yang merawat bayi tanpa istrinya. Raja dengan sabar memapakkan (mengunyahkan) nasi untuk sang putri yang tidak mendapatkan air susu ibu.


Selain kedua naskah di atas, pada acara khitanan itu kadang-kadang dilantunkan juga Lontar Kilabangkara”, yang mengajarkan perilaku pemimpin yang baik. Lontar itu kadang dibacakan pula pada acara perkawinan, dengan harapan sang suami dapat menjadi pemimpin yang baik bagi istri dan keluarganya kelak.


Yang menarik pada pembacaan itu, kalau naskah tidak selesai dibacakan, pemaos harus bisa mengubah cerita menjadi happy ending. Kalau tidak, mereka takut menemui penderitaan seperti cerita yang dibacakan.


Beragam upacara yang disebutkan di atas masih dapat disaksikan dalam kehidupan masyarakat Lombok. Tradisi lisan yang berakar pada tradisi tulis masih kuat. Bahkan, segala sisi kehidupan dikaitkan dengan ajaran yang ada dalam lontar. Itu sebabnya, mereka menyimpannya dengan rapi sebagai warisan. (M.Syairi)

KIPRAH TGH.M.ZAINUDDIN ARSYAD DALAM MENYEBARKAN ISLAM DI PULAU LOMBOK


Oleh : H. Sahlan Rafiqi Sasaky

Mungkin tidak banyak yang mengenal sosok seorang ulama sufi ini, tetapi tidak bisa dipungkiri ulama inilah yang juga telah banyak berjasa dalam mengembangkan ajaran Islam di pulau Lombok. Dialah TGH.M.Zainuddin Arsyad, beliau merupakan putra dari salah seorang ulama yang bernama TGH.M.Arsyad. Beliau bertempat tinggal di desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, NTB.

TGH.M.Arsyad adalah salah seorang tokoh agama yang pada waktu itu sangat gigih menentang penjajahan jepang di Indonesia. Sehingga beliau bersama santrinya memimpin langsung penyerangan ke markas Jepang yang terletak di Wanasaba. Dan menyebabkan salah seorang santrinya gugur di medan pertempuran. M.Arsyad memiliki beberapa orang putra diantaranya adalah Muhammad Zainuddin.

Muhammad Zainuddin inilah yang ketika berusia kurang lebih empat tahun ( usia yang sangat kecil) dikirim olehnya ke Makkah Al-Mukarromah untuk menimba ilmu disana. Zainuddin kecil akhirnya berangkat menuju ke Makkah Al-Mukarromah meninggalkan ayah ibunya beserta saudara-saudaranya.

Apa yang dilakukan oleh TGH.M.Zainuddin Arsyad selama di Makkah Al-Mukarromah, ternyata tidak banyak yang mengetahui. Karena selama hidupnya, ia tak pernah menceritakan kepada siapapun apa saja yang ia lakukan ketika berada di tanah suci Makkah, takut kalau ia menceritakan hal tersebut akan menjadi kesombongannya. Namun dilihat dari penuturan saudara angkatnya ketika di Makkah, rupanya tidak diragukan lagi bahwa M.Zainuddin merupakan orang yang cerdas, bahkan dalam usia 15 tahun ia mampu menghafal Al-Qur’an 30 juz. Tidak ada waktu yang digunakan oleh beliau kecuali belajar dan belajar.

Tuan Guru H.M.Zainuddin Arsyad merupakan alumunus Madrasah Darul Ulum, Makkah Al-Mukarromah yang mendapatkan predikat Mumtaz dari para masyayikhnya. Pada waktu itu, Darul Ulum merupakan madrasah yang banyak diminati oleh orang Indonesia, diantara masyayikhnya yang terkenal adalah Syekh Muhammad Yasin Padang. Syekh Yasin Padang adalah guru sekaligus teman bagi M.Zainuddin. Darul Ulum terletak di sebuah perkampungan yang diberinama Jarwal kurang lebih 1 km dari Masjidil Harom. Namun, kini Darul Ulum sudah tidak bisa didapatkan lagi karena diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi.

Pada tahun 1930, TGH.M.Zainuddin Arsyad memutuskan kembali ke tanah air tempat kelahirannya guna mengajarkan masyarakat yang bodoh terhadap agama pada waktu. Menurut sesepuh masyarakat desa Mamben Lauk, ketika kembali ke tanah air beliau sama sekali tidak bisa berbahasa Sasak ataupun Indonesia, beliau hanya menggunakan bahasa Arab. Namun karena kecerdasannya, tidak dalam waktu yang lama beliau sudah fasih bahasa sasak dan Indonesia.

Saat kembali ke tanah air, TGH.M.Zainuddin Arsyad sangat prihatin melihat kondisi masyarakat pulau Lombok yang pada waktu itu masih banyak yang tidak paham dengan agama Islam, Sehingga beliau membentuk sebuah pengajian kecil-kecilan di rumah beliau.


Namun beliau juga melihat kondisi masyarakat yang ada di pesisir pantai, yang masih banyak belum beragama islam, karena melihat seperti itu akhirnya beliau memutuskan untuk melakukan misi dakwah ke daerha-daerah pesisir di pulau Lombok. Misi dakwah beliau dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi pesisir pulau Lombok diantaranya adalah Sambelia, Obel-Obel, Swela, Sapit, Santong, Gangga, Sembalun dan Bayan. Beliau berdakwah sambil berdagang. Menurut penuturan salah seorang jamaah Yayasan Maraqitta’limat Bayan, TGH.M.Zainuddin Arsyad adalah salah seorang ulama yang santun dan penyabar. Bahkan beliau sering memberikan pinjaman uang kepada msyarakat yang membutuhkan. Beliau tidak segan-segan membebaskan hutang kepada seseorang apabila orang tersebut mau menjalankan syariat islam sepenuhnya. Melihat akhlak beliau yang seperti itulah akhirnya banyak masyarakat berbondong-bondong m,enyatakan diri masuk ke dalam agama islam. Di mana beliau singgah melakukan misi dakwah, disitulah beliau mendirikan madrasah-madrasah sebagai tempat mengaji bagi masyarakat.

Semakin banyaknya masyarakat yang mengaji kepada beliau, akhirnya pada tahun 1952 TGH.M.Zainuddin Arsyad bersama rekan-rekannya mendirikan sebuah pondok pesantren yang diberinama Pondok Pesantren Maraqitta’limat. Maraqitta’limat memiliki arti tangga pendidikan. Pondok Pesantren Maraqitta’limat berlokasi di desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Lombok timur, NTB yang pada akhirnya ponpes ini memiliki beberapa cabang yang tersebar di seluruh wilayah pulau Lombok bahkan luar dari pulau Lombok seperti Sumbawa dan Makassar, Sulawesi Selatan. Pada tahun 1964, TGH.M.Zainuddin Arsyad membentuk sebuah yayasan yang diberinama juga Yayasan Maraqitta’limat. TGH.M.Zainuddin Arsyad bertindak selaku ketua umum yayasan dan sekretarisnya adalah ust.H.Abdul Mannan. Yayasan Maraqitta’limat bergerak di bidang pendidikan, social dan dakwah.

Di tengah perkembangan Yayasan Pondok Pesantren Maraqitta’limat yang begitu pesat, TGH.M.Zainuddin Arsyad berpulang ke rahmatullah pada tanggal 4 Februari 1991, beliau meninggalkan seorang istri dan 6 orang putra. Sebelum meninggal, beliau menunjuk putra beliau yang ketiga, TGH.Hazmi Hamzar sebagai pengganti beliau. Sehingga Muktamar Yayasan Maraqitta’limat mengukuhkan TGH.Hazmi Hamzar sebagai pucuk pimpinan Yayasan pondok Pesantren Maraqitta’limat. Sampai sampai saat ini Yayasan Pondok Pesantren Maraqitta’limat memiliki 19 Madrasah Ibtidaiyah, 3 SD Islam, 17 Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, 2 buah SMU, dan beberapa buah SMK serta 2 buah perguruan tinggi yaitu STIKES dan STKIP Hamzar.


Selain mengelola bidang pendidikan, Maraqitta’limat juga bergerak di bidang dakwah dan social yang ditandai dengan ratusan majelis ta’lim dan berdirinya beberapa pantai Asuhan yang tersebar di berbagai wilayah di provinsi Nusa Tenggara Barat bahkan di luar provinsi NTB seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur. Di bidang ekonomi, Yayasan Maraqitta’limat memiliki Koperasi Pondok Pesantren Putra Hamzar yang di ketuai oleh H. Mashal, SH.MM (putra TGH.M.Zainuddin Arsyad yang ke-5). Di usia yang ke – 58 Yayasan Maraqitta’limat memiliki berbagai macam program yang harus tuntas di tahun 2010 diantaranya program satu rumah satu sarjana yang mendapat respon positif dari Menteri Agama RI, pendirian Radio Ummat Al-Hamzar, pembentukan Pusat Bimbingan konseling dan sejumlah program lainnya.

Kamis, 13 Mei 2010

Berita Photo Dari Makkah Mukarromah


Keterangan : 1. Ustadz Sahlan Rafiqi bersama jamaah di Bir Ali, Madinah
2. Ustadz Sahlan Rafiqi berpose bersama jamaah dari PT Tunas Indonesia di Jabal Magnet, Madinah

Jika Saudaramu Adalah Penghuni Neraka Jahannam


“fikirkan, jika saudara yang biasa bercengkerama dan menyayangi anda adalah penghuni neraka jahannam…!”

selasa (16/2). Kata-kata diatas terlontar dari mulut seorang Abdul ‘Aali, pemuda muslim dari Prancis yang kini belajar di sebuah perguruan tinggi di kota Makkah.

Sebuah pertemuan pelajar Indonesia di sebuah Jaliyat (markas dakwah) di Syarai’, kota kecil di pinggiran propinsi Makkah berlangsung dengan gemaan takbir dan tasbih yang terus terucap. Dibuka dengan nasehat dari DR Sitir (Dekan Fakultas Hukum, Ummul Qura University) yang mengangkat tema pemuda dan tanggung jawab, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dengan muallaf asal prancis Abdul ‘Aali.

Terlahir dan dibesarkan ditengah keluarga nasrani membuat keislaman yang kini dipegangnya kuat ia jaga. seakan seperti pemain sepak bola yang telah susah payah mengejar bola, dan ketika bola telah didapat, tidak akan dia lepaskan kecuali untuk sebuah hadiah manis, gol indah. begitupun dengannya yang tak akan melepaskan Islam, tak ada tujuan lain kecuali hanya surgaNya.

Beberapa pertanyaan yang terlontar dijawabnya dengan polos, terlihat sekali bahwa dia tidak ingin menyembunyikan sesuatu untuk dijadikan nasehat bagi pemuda Islam sebayanya. seperti ketika dia menjelaskan pergaulan anak setingkat SD yang telah akrab dengan rokok dan minuman keras, dan bermain perempuan di umur SMP, juga status perkawinan di masyarakat Prancis, na’udzubillah min dzalik.

Mengakhiri tanya jawab. Pertanyaan indah terlontar dari mulut bambang, seorang mahasiswa Indonesia asal lombok tengah. “bagaimana kesan anda ketika memeluk Islam, dan tolong berikan nasehat kepada pemuda Islam yang terlahir dari keluarga muslim namun tidak sayang dengan keIslamannya.”

Sedikit menarik nafas. Abdul ‘Aali mengeluarkan kalimatnya dengan bahasa arab fushah “fikirkan, bagaimana jika saudara anda yang biasa bercengkerama dengan anda adalah penghuni neraka” kembali dia terdiam. mungkin kalimat itu berat terucap. mengingat keluarganya yang masih memeluk agama nasrani.

“kalian terlahir ditengah keluarga muslim, tidak ada yang mempersulitkan kalian untuk mengamalkan islam”

kemudian dia menuturkan prosesnya memeluk Islam. bermula dengan penasaran dengan Islam yang selalu mendapat ketidak adilan, kemudian suka mendengar dengungan adzan, dan berusaha selama berbulan bulan mencari buku islami. ketika bertemu dengan teman dari syiria, ia memesan quran terjemah perancis dan harus menuggu dua bulan. ketika quran telah didapat, ibunya melarangnya untuk membaca.

sebuah perjuangan yang berat. sehingga kemudian dia memeluk islam di prancis dan kemudian hijroh ke makkah atas dukungan beberpa ulama negerinya.

nasehat yang dalam lagi bermakna terlontar dengan gaya bahasanya yang fashih. mengajak pemuda islam untuk bangkit. melihat bekal yang ada dan mengamalkan. betapa mahal hidayah yang dicari banyak orang hanya tergadaikan dipermainkan oleh pemuda islam zaman ini.

pesannya cukup singkat, dia mengajak untuk mensyukuri hidayah dengan beribadah kepada sang pencipta.(rafiq jauhary/sahlan rafiqi)

Rabu, 12 Mei 2010

PT Tunas Indonesia, Segera Daftarkan Diri Anda


Biro perjalanan Haji dan umroh PT Tunas Indonesia yang beralamatkan di Jalan Ampera Raya No.5 Cilandak Jakarta Selatan memberikan kabar gembira bagi anda yang melaksanakan ibadah umroh.
Hanya dg 16.5jt bisa umrah 18hari...htlnya dmadinah staraf bintang 5 namanya al haram. dmekah al anfal/firdaus staraf bintang 3 atau 4. tempat terbatas... berminat?
bagi anda yang berminat segera hubungi PT Tunas Indonesia dengan no.telpon (021)-98579431 atau hp +628568423331 email : tunasindohajj@yahoo.com. Buruuuuann, tempat terbatas. sudah terisi 20 seat, tersisa tinggal 20 seat. Demikian. Terima kasih

Senin, 10 Mei 2010

PEMUDA MUHAMMDIYAH TEGASKAN TOLAK FILM MIYABI


Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya meminta kepada pemerintah agar segera menarik film berjudul Menculik Miyabi yang sudah beredar di beberapa bioskop sejak 6 Mei 2010.

Ketua DPD Pemuda Muhammadiyah Surabaya, Muhammad Jemadi, di Surabaya, Sabtu, mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan diloloskannya film Menculik Miyabi yang dulu pernah diprotes berbagai organisasi Islam di Indonesia sehingga diurungkan pengambilan gambarnya.

"Tapi sekarang buktinya apa? Film itu sudah jadi dan lolos sensor," ujarnya.

Menurut dia, dengan ditayangkannya film tersebut di bioskop, dikhawatirkan bisa memengaruhi moral pemuda dan masyarakat Indonesia.

Meski bukan film porno, lanjut dia, tapi yang menjadi pemeran itu bintang film porno. Pasti itu sangat berpengaruh, apalagi filmnya bukan film yang mendidik.

Pihaknya justru sangat mengapresiasi karya film seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, King, dan beberapa film mendidik lainnya. "Film-film seperti itulah yang seharusnya ditayangkan dan dinikmati anak muda Indonesia," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, Pemuda Muhammadiyah meminta kepada pemerintah agar segera menarik film yang juga dibintangi aktor muda Nicky Tirta tersebut untuk ditarik dari peredaran.[muslimdaily.net/rpk

Sabtu, 08 Mei 2010

MTs-MT Lenggorong Luluskan Siswa 100 Persen

Lombok Utara - Madrasah Tsanawiyah Yayasan Maraqitta’limat (MTs. MT) Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, pada ujian nasional tahun ini, luluskan siswanya 100 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Hamdan, Kepala Sekolah MTs.MT, ketika ditemui Koran BERITA Sabtu malam 8/5. Menurutnya, jumlah siswa yang mengikuti ujian akhir tahun ini sebanyak 14 orang, dan termasuk baru pertama kali mengikuti ujian setelah MTs.MT ini didirikan tiga tahun lalu. “Alhamdulillah, walau ini ujian perdana bagi para siswa, namun semuanya lulus, dan ini berkat bimbingan para guru yang terus-menerus melakukan pengayaan terhadap siswa”, katanya bangga.

Hamdan, mengakui, kendati sekolah ini masih mengalami keurangan dan bangunannya belum selesai seratus persen, dan hanya memiliku dua ruang kelas belajar, tapi para guru terus bersemangat untuk mendidik para siswa, sehingga hasilnya dari perjuangan tersebut dapat dinikmati oleh para siswa, yang semuanya tidak masuk katagori akan ujian ulang. “Dan ini perlu kami pertahankan pada ujian-ujian tahun mendatang, sehingga keterbatasan yang dimilki MTs ini tidak menjadi alasan untuk mencetak siswa berprestasi”, tuturnya.

Pantauan MT menunjukkan, bahwa bangunan madrasah yang terletak di pertigaan Dusun Lenggorong ini memang kondisinya sangat memprihatinkan. Karena disamping belum lengkapnya sarana dan prasarana seperti meja-bangku, almari, ruang perpusakaan, juga bangunannya belum 100 persen selesai. Dengan keterbatasan ini, para guru yang berjumlah 20 orang ini terus berusaha membina anak-anak didiknya untuk menjadi siswa berprestasi. Bahkan ada satu ruangan di skat menjadi dua kelas.

“Penambahan lokal ini memang sudah beberapa kali kami usulkan ke pemerintah terutama Departemen Agama dan Pemkab Lombok Utara. Sayang hingga saat ini, belum ada respon positif, atau belum ada tanda-tanda sekolah ini akan mendapat bantuan tambahan ruangan belajar”, ungkap Asri Spd, salah seorang guru setempat.

Lokasi pendirian tempat MTs. ini, jika dilihat dari segi posisinya memang cukup strategis, karena terletak diantara jalan raya ke Kabupaten Lombok Timur. Demikian juga dengan lokasi lahan bangunan yang disediakan oleh yayasan Maraqitta’limat cukup luas, yakni sekitar 25 are. Jadi seandainya sekolah ini mendapat bantuan dari pemerintah, tentu tinggal mengembangkan bangunannya saja tanpa perlu mencari lokasi lain.

Dengan kelulusan siswanya 100 persen tahun ini, Hamdan berharap, bahwa kedepan siswanya akan semakin banyak dan beprestasi, bukan saja kuantiasnya tapi juga kualitasnya. (Ari)

Memasak Nasi Goreng

JANGAN mengira Suryadharma Ali hanya piawai mengurus partai politik atau berbagai persiapan pelaksanaan ibadah haji. Pria yang saat ini menjabat menteri agama (Menag) tersebut juga punya keahlian memasak. Untuk kali pertama, keahlian itu dia pertontonkan kepada publik kemarin (5/5).

Mengenakan celemek merah, ketua umum DPP PPP tersebut tampil sebagai salah seorang kontestan lomba memasak nasi goreng. Tanpa canggung, Suryadharma mencacah bumbu dan menggoreng nasi di depan ratusan anak buahnya di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kemarin. “Itu (menggoreng nasi, Red) adalah salah satu keahlian pejabat negara yang baik,” kelakar pria kelahiran Jakarta, 19 September 1956, itu disambut tawa sebagian peserta.

Lomba tersebut dihelat di gedung Sasana Amal Bhakti Kemenag dan diikuti puluhan pejabat kementerian tersebut. Lomba itu diadakan dalam rangka peringatan Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional sekaligus membuktikan partisipasi pria terhadap aktivitas kaum wanita.
Didampingi sang istri, Hj Indah Suryadharma, Menag piawai membolak-balik nasi di penggorengan. Suryadharma menyebut acara itu sebagai momentum yang tepat bagi dirinya untuk memahami pekerjaan para ibu. Mantan Menkop dan UKM itu mengatakan, biasanya para bapak menginginkan makanan enak, tetapi tidak mengetahui proses membuatnya.

“Namun, soal rasanya (nasi goreng buatannya, Red), ya nggak tahu. Nanti wartawan saja yang cicipi, terus di-review,” tuturnya sambil menghidangkan nasi goreng panas tersebut.
Sayang, tidak seorang pun dewan juri yang berani secara terus terang menilai nasi goreng sang menteri. Mayoritas mencicipi sedikit dan berkomentar senada. “Enak, Pak Menteri,” kata mereka. (zul/c11/dwi/jpnn)

Jumat, 07 Mei 2010

PENTAGO: THALIBAN SEMAKIN KUAT

WASHINGTON - Sebuah laporan baru Pentagon hari Rabu menyajikan penilaian serius perlawanan di Afghanistan yang dipimpin Taliban, disebutkan bahwa kemampuan mereka semakin meningkat canggih dan operasinya semakin meluas, meskipun baru-baru ini serangan besar oleh pasukan AS dilakukan jantung pertahanan Taliban.

Laporan ini menggambarkan bahwa akar perlawanan Taliban sangat dalam dengan jangkauan yang luas, mereka mampu menahan serangan gencar Amerika yang berulang-ulang dan mampu membangun kembali pengaruhnya.

Namun Pentagon mengatakan tetap optimis dengan strategi kontra-pemberontakannya, yang dibentuk setelah peninjauan administrasi Obama tahun lalu.

Pasukan AS telah memulai tekanan dengan waktu 12 hingga 18 bulan ke depan untuk melawan Taliban di Afghanistan dan mengusir mereka dari seluruh negeri.

Tahap berikutnya dari strategi AS diharapkan akan dimulai dalam beberapa minggu mendatang, diwaktu bersamaan pasukan AS dan Afghanistan meningkatkan operasi di sekitar kota Kandahar, yang merupakan ibukota spiritual gerakan Taliban.

Kamis, 06 Mei 2010

10 Persen Peserta UN Stres

JAKARTA - Hasil poling yang digelar Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menyatakan sepuluh persen peserta ujian nasional (unas) mengalami stres berat. Dengan total peserta unas tahun ini 1.522.162 siswa, artinya ratusan ribu siswa terdeteksi mengalami depresi.

Mendiknas Muhammad Nuh mengatakan, sepuluh persen siswa yang terdeteksi depresi tersebut mengalami perubahan perilaku akibat tekanan akibat ujian nasional. Sebagian siswa juga melakukan bunuh diri akibat tidak mampu mengatasi tekanan tersebut. “Tidak tahu pasti penyebab bunuh diri. Hanya saja, siswa tersebut membunuh dirinya seusai pelaksanaan unas berlangsung,” katanya di Jakarta kemarin (5/5).

Poling juga tidak bisa memastikan unas menjadi penyebab utama siswa mengalami stres berat. Pasalnya, tekanan bisa saja dialami siswa sejak sebelum unas, namun bertambah berat ketika unas. “Bisa saja karena faktor persoalan keluarga,” katanya.

Disamping peserta yang terdeteksi stres berat, poling juga mendeteksi 67 persen siswa peserta unas mengalami stres ringan. Nuh menilai stres ringan akibat pelaksanaan unas tidak mengkhawatirkan karena pasti ada tekanan menjelang ujian sekolah. “Itu normal,” katanya.

Uniknya, ada 18 persen siswa yang sama sekali tidak mengalami stres akibat unas dan lima persen siswa yang abstain. Nuh memperkirakan siswa tidak merasakan stres karena sangat yakin akan mampu lulus atau malah sangat yakin tidak akan lulus. ‘’Bisa saja kedua alasan itu yang menjadikan siswa biasa saja dalam menghadapi unas,” terangnya. (jpnn)

HIDUP INI INDAH

K.H Abdullah Gymnastiar / Aa Gym

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Allah Maha Indah dan amat mencintai keindahan. Berarti siapapun yang rindu menjadi orang yang dicintai Allah kita harus mengenal apa yang namanya keindahan, karena keindahan adalah salah satu jalan agar kita dicintai oleh Allah.
Dan standart, kita itu suka pada keindahan. Allah menciptakan dunia ini indah bahkan surga saja diceritakan penuh keindahan. Memang sudah standart pada diri kita senang yang indah. Lalu mengapa hati yang cuma satu satunya ini harus kita isi dengan kejelekan? Jelek itu tidak pernah bersatu dengan keindahan. Kalau alam ini indah dan hati kita
mencintai keindahan, niscaya akan terpancar pribadi yang indah.
Saudara sadaraku sekalian.......
Harusnya keindahan semua yang kita lihat membuat hati kita indah dan kalau hati sudah indah maka terpancar keindahan dari diri kita. Nah, Rasulullah SAW juga ternyata indah. Rambutnya indah, matanya indah, suaranya indah, wajahnya indah dan yang paling mengesankan adalah pribadinya yang indah. Kita manusia juga senang keindahan. Iklan sampo dijamin yang punya rambut indah. Kita berkunjung ke taman yang indah. Jarang kita berkunjung ketempat pembuangan sampah. Yang jadi masalah sekarang bagaimana keindahan itu ada pada diri kita?
Keindahan itu lekat dengan sesuatu yang bersih. Rumah megah, kotor hilang keindahannya. Rambut indah, kotor juga hilang keindahannya. Bersih bagian terpenting dari keindahan. Bersih lahir dan bersih batin. Ada orang yang bersih tapi hatinya busuk dijamin tidak akan indah. Maka siapapun yang ingin tampil indah, perkataan yang harus selalu ditanyakan, saya bersih atau tidak?
Karena kalau hati sudah busuk, pikiran busuk dan omongan juga busuk. Kita semua pasti jadi tua.Kalau kitamengandalkan kecantikan keindahan lahir, itu tidak bisa dipertahankan. Kalau pertahanan keindahan sudah habis dan pribadi tidak indah maka tidak ada yang tersisa. Jadi siapapun diantara kita yang tidak pernah bertanya apakah mata ini sudah bersih, apakah pikiran kita sudah bersih, apakah pembicaraan kita bersih, apakah harta kita sudah bersih, apakah hati kita sudah bersih ? Kalau bersih belum menempati bagian dari diri kita tipis harapan. “Amat beruntung orang yang gigih mensucikan dirinya dan merugi orang yang mengotorinya”.
Sekarang kita lihat dulu apa komponen yang penting dari keindahan dan kebersihan ini.

1. KESABARAN
Orang yang tidak sabar, berkeluh kesah, menggerutu, orang yang mudah panik, emosional akan hilang keindahannya. “Orang yang jamin sabar itu adalah orang yang yakin kami milik Allah dan bakal kembali
Kepada Allah”. Kita tidak punya apa apa Insya Allah adalah indah. Berarti orang yang tdak akan indah dalam hidupnya, orang yang merasa segalanya milik dirinya, merasa takut kehilangan, merasa takut rusak, takut diambil...panik dalam hidupnya. Marilah belajar sabar karena sabat pangkal keindahan. Sabar dalam hal apa?
Sabar dalam taat kepada Allah. Shalat sabat, tahajud sabar, melihat maksiat sabar. Ada orang yang dalam sholat sabar tapi lihat maksiat tidak sabar. Sabar ketika ditimpa musibah, sabar keitka sakit, tidak berkeluh kesah. Kesabaran itu pada pukulan pertama dalam ujian. Jadi kalau kita ingin melihat kesabaran kita lihat ketika datang yang pertama hantaman kepada kita dan kita tetap tenang. Insya Allah kesananya lebih mantap.
Pendek kata keindahan akrab dekat dengan kesabaran. Tidak punya kesabaran hilang keindahan penampilan, keindahan rupa, keindahan rumah, keindahan harta bagi orang yang tidak sabar.
2. KELEMBUTAN
Kelembutan itu ada pada sesuatu kecuali akan menjadi indah. Maka bagi orang orang yang ingin dicintai Allah, pertanyaan kedua adalah sampai sejauh mana kelembutan ada pada diri kita?

Orang yang kasar, bengis, kaku, keras ini tidak nyunnah. Rasulullah SAW adalah seorang petarung terbaik. Tidaklah bertempur kecuali beliau berada di baris terdepan. Tapi peperangan dan pertempuran yang dahsyat tidak merubah kehalusan budi pekertinya. Guru yang kasar jauh tidak disukai dibanding guru yang bertutur kata lembut. Ibu yang bengis, kasar sulit untuk mencuri hati anaknya.
Saudara saudara sekalian...
Kita punya bahan yang lembut tapi kasar yang keluarnya, hilang keindahannya. Seindah apapun penampilan bila prilaku
kesehariannya, kelakuannya kasar, kata katanya kasar akan jatuh wibawanya, jatuh keindahannya. Ingat 2 minggu yang lalu pendamping diam itu emas adalah 4 S
yaitu :
1. Senyum
2. Salam
3. Sapa, dan
4. Santun

Marilah kita upayakan kelembutan itu bagian dari sikap kita. Kalau memanggil seserorang, panggilah dengan panggilan yang paling halus. Subhanallah, kelembutan itu indah.
3. IKHLAS
Makin ikhlas, makin bersih hati, makin putus harapan selain kepada Allah SWT. Itu terpancar kebersihannya dari tutur kata dan prilaku. Indah keikhlasan itu. Makin bersih dari rasa ingin dihormati, dari rasa ingin dihargai, dari rasa ingin dipuji harus dengan cara terbaik. Berbahagialah bagi ibu yang merdeka tidak berbuat kebaikan karena ingin dibalasbudi oleh suami tapi berbuat kebaikan karena ingin dicintai Allah..
Orang yang ikhlas berbuat sekecil apapun kebaikan, Allah yang akan membersar besarkannya, menurut Imam Ali. Insya Allah orang yang ikhlas dia akan puas dengan apa yang dilakukan, bukan puas dengan apa yang didapatkan. Orang yang ikhlas kesibukannya adalah bagaimana supaya yang dilakukan ini disukai Allah, terlepas dari orang lain menghargai atau memuji atau tidak.
4. MENGAMALKAN SUNNAH
Keindahan itu lekat kepada orang yang paling banyak mengamalkan sunnah sunnah rasul sesudah yang fardhu. Amalan fardhu itu bagai bangunan yang kokoh, tiang, pondasi dan bangunan. Tapi bangunan ini jadi indah sesudah dicat, keramiknya bersih, pakai taman, pakai pagar, inilah amalan amalan sunnah. Kita menunaikan yang fardhu Insya Allah kita menjadi pribadi yang kokoh tapi dengan amalan yang sunnah jadi pribadi yang kokoh dan indah. Jarang sholat tapi mengamalkan yang sunnah seperti pakai dasi tapi tidak pakai yang fardhu.
Jadi semakin banyak kita mengamalkan yang sunnah sesudah yang fardhu semakin indah. Makanya kita harus belajar tahu bagaimana Nabi Muhammad itu kesehariannya. Sampai hal yang kecil kita tiru Nabi Muhammad itu lambat laun pribadi kita jadi indah. Dari mulai bangun tidur senyum, doa, tata mulai bangun tidur. Dikamar mandi tidak berlama lama, tidak bicara, itu sunnah. Tertib sampai hal hal yang paling kecil. Sudah ada aturannya semua.
Mulai sekarang miliki buku tentang Nabi Muhammad. Luangkan waktu untuk mengetahui bagaimana senyumnya, bagaimana santunnya, bagaimana kedermawanannya, bagaimana keberaniannya. Makin tahu tentang Nabi
Muhammad pelan tapi pasti pribadi kita akan bergerak menjadi pribadi yang indah.
Mudah mudahan dengan 4 hal tersebut, kita mulai memperindah topeng kita dengan kebersihan, kerapihan dan perawatan. Tapi yang paling penting dari itu kebersihan batin kita yaitu komponennya kesabaran, kelembutan, ikhlas dan mengamalkan yang sunnah sesudah fardhu.
Wallahu’alam

Rabu, 05 Mei 2010

Ishlah Tokoh Sentral NW Rauhun-Raehanun Akhirnya Berangkulan


Selong (Suara NTB)-
Dua tokoh sentral ormas Nahdlatul Wathan (NW), Hj. Sitti Rauhun ZAM dan Hj. Sitti Raehanun ZAM, Selasa (4/5) malam kemarin akhirnya berangkulan. Berpelukannya kedua kakak beradik putri sesepuh dan pendiri NWDI dan NBDI almagfurulahu Maulana Syeikh TGKHM. Zainuddin Abdul Madjid tersebut praktis membuat para santri dan jemaah yang hadir tanpa diundang tersebut terharu, dan bahkan menangis sembari meneriakkan Allahu Akbar.
Hj. Sitti Raehanun yang datang didampingi putranya, H. Lalu Gede Sakti Amir Murni, disambut oleh kakaknya, Hj. Sitti Rauhun ZAM di dampingi putranya, Tuan Guru Bajang KH. M. Zainul Majdi, M.A (Gubernur NTB) dan Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Ketua DPRD Lotim) serta beberapa pengurus pondok pesantren Yayasan Pendidikan Hamzanwadi (YPH) Pondok Pesantren Darunnahdlatain (PPD) NW Pancor, Lotim. Selanjutnya, mereka dengan khusyuk melakukan ziarah ke makam almagfurulahu Maulana Syeikh TGKM. Zainuddin Abdul Madjid di dalam kompleks Mushala Al Abror, Pancor..


Seusai ziarah makam, para anak dan cucu Tuan Guru tersebut kemudian menuju kediaman Hj. Stiti Rauhun. Menurut pemantauan Suara NTB, suasana penuh haru dan bahkan diselingi tawa canda antara ibu dan anak serta antara keponakan dengan bibi demikian terasa. ‘’Rekonsiliasi para tokoh NW merupakan kebutuhan dan menjadi pengharapan dari segenap masyarakat NTB,’’ kata Sekjen PBNW, Drs. H. M. Suruji di sela-sela acara kangen-kangenan itu.

Ishlah kedua tokoh sentral NW tersebut sejatinya telah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat NTB, tidak hanya jemaah NW, tetapi juga komponen masyarakat lainnya. Masyarakat NTB, khususnya Pulau Lombok sendiri telah mulai melihat gejalanya saat Hj. Lale Yaquttunnafis, salah seorang putri Hj. Sitti Raehanun dicalonkan oleh PBB sebagai anggota DPRD NTB, tahun lalu. Padahal PBB diusung oleh para pengurus NW Pancor.

Kemudian, tanda-tanda Ishlah makin kental manakala Wakil Bupati (Wabup) Lotim, H.M. Syamsul Luthfi hadir dalam acara hizib akbar beberapa waktu lalu yang diselenggarakan oleh H. Lalu Gede Sakti, putra Hj. Sitti Raehanun. Gede Sakti sendiri saat ini tengah resmi menjadi salah satu calon Bupati Lombok Tengah. ‘’Tetapi yang pasti, rekonsiliasi ini merupakan titik awal dari bakal makin maju dan berkembangnya NW di masa mendatang,’’ demikian Suruji.

‘’Pertemuan ini telah lama kami rindukan, dan baru kali ini bisa terwujud setelah 14 tahun,’’ kata Hj. Sitti Rauhun kepada wartawan. ‘’Kami telah berjanji untuk tidak ada lagi perpecahan dan perbedaan pendapat yang membuat perpecahan akan terjadi lagi,’’ demikian Rauhun. (038).

BEM STIKES Hamzar Buka Les Bahasa Inggris

Lombok Timur - Badan Ekskutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (BEM-STIKES) Hamzar yang terletak di Desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur sejak beberapa minggu lalu membuka les bahasa Inggris untuk mahasiswa secara gratis.
Tujuan dari kegiatan les bahasa Inggris yang digelar sekali seminggu di luar jam kuliah ini, untuk mencetak para mahasiswa STIKES Hamzar agar mampu berbahas Inggris setelah lulus dari bangku kuliah. “Selain itu juga, les ini, guna mencetak mahasiswa bertarap internasional serta mahir dibidangnya masing-masing khususnya bidang kesehatan”, tutur Sandi Yakub, ketua BEM Stikes Hamzar pada Yamtia (02/05) malam ini.
“Les ini diprogramkan oleh BEM bekerjasama dengan pengelola STIKES Hamzar yang terdiri dari dua kelompok belajar yang masing-masing kelompok terdiri dari 32 mahasiswa”, tambah Sandi.
Dan satu hal kelebihan dari STIKES Hamzar, yakni bagi para mahasiswa setiap waktu luang dimamfaatkan untuk belajar, karena yang dibangun bukan saja kuantitas, tapi juga kualitas mahasiswa, sehingga tamatannya nanti benar-benar memiliki skill atau keterampilan. (M. Syairi)

Sabtu, 01 Mei 2010

Menteri Agama RI, Apresiasi Perjuangan Ulama


Lombok Timur - Menteri Agama (Menag) RI, H. Surya Darma Ali, (1/5), memberikan apresiasi atas perjuangan ulama terhadap pendirian lembaga pendidikan agama di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan di depan ribuan jama’ah, pada acara kunjungan silaturrahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) yayasan Maraqitta’limat Desa Mamben Lauq, Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para ulama dan kiyai kita merupakan sumbangan yang sangat luar biasa bagi bangsa dan Negara ini.

Program yayasan Maraqitta’limat yang dicanangkan satu rumah satu sarjana mendapat respon positif. “Saya merespon niat baik dari yayasan ini untuk menciptakan satu rumah satu sarjana, dan ini merupakan program yang sangat luar biasa dan harus kita sikapi dan tanggapi dengan baik”, kata Surya Darma Ali.

Madrasah, kata Surya, adalah sebagai tempat untuk mencetak genarasi yang kuat, bukan generasi yang lemah. Sebab kita tidak bisa bayangkan, bila generasi umat Islam yang memiliki 4000 lebih ponpes di Indonesia ini melahirkan genarsi yang lemah atau tidak memiliki ilmu pengetahuan, maka 5 atau 10 tahun mendatang, bangsa yang kita cintai ini akan menjadi lemah.

Lebih lanjut Menag mengatakan, bila kita ingin bahagia atau kaya dunia dan akhirat hendaknya kita memiliki ilmu pengetahuan. Dan untuk memperoleh ilmu ini tentu dengan rajin belajar dan kita tidak boleh lepas dari pendidikan yang telah didirikan oleh para ulama. “Karenanya sebagai siswa atau anak sejak dini harus dilatih untuk bertanggungjawab baik kepada kedua orang tua maupun gurunya, yang salah satu bentuk tanggungjawabnya adalah dengan belajar”, jelasnya.

Sementara pimpinan pusat yayasan Maraqitta’limat, TGH. Hazmi Hamzar dalam pengantarnya memaparkan, bahwa lembaga pendidikan yang dipimpinnya sudah memasuki usia 58 tahun yang didirikan oleh al-marhum TGH. Zainuddin Arsyad yang pulang dari Makkah Al-Mukkarromah pada tahun 1930.

Perjuangan TGH. Zainuddin Arsyad, untuk mensyiarkan dakwah Islam ini adalah mewarisi perjuangan ayahanya almarhum TGH. Arsyad, yang melakukan misi dakwahnya dari penduduk pesisir pantai, seperti Sambelia, Belanting, Sembalun, Bayan, Sidutan sampai ke Bongor Lombok Barat. Dan pada tahun 1991, pimpinan yayasan ini dimandatkan pada putra ke tiga TGH. Zainuddin Arsyad, yaitu TGH. Hazmi Hamzar.

Hazmi Hamzar yang juga angota DPRD NTB ini menjelaskan, bahwa saat ini yayasan Maraqit telah memiliki 19 lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 17 MTs, 1 SMP, SMA, Madrasah Aliayah dan beberapa Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) serta ditambah dengan dua perguruan tinggi, masing-masing Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hamzar dan Sekolah Tinggi Kejuruan Ilmu Pendidikan (STKIP). “Melalui beberbagai lembaga pendidikan inilah kami akan programkan satu rumah satu sarjana”, jelasnya.

Sedangkan Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmiy, dalam sambutannya mengakui, bahwa kabupaten yang berada di ujiung timur pulau Lombok ini memiliki penduduk yang terpadat diantara kabupaten-kabupaten lainnya yang ada di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), atau sekitar 26 persen dari jumalh penduduk NTB. Dan dalam bidang pendidikan, Lotim memiliki lebih 90 persen lembaga pendidikan swasta yang dikelola oleh pondok pesantren dan yayasan.

Hal ini, lanjut Sukiman, dapat dilihat dari jumlah lembaga pendidikan yang ada, seperti untuk tingkat SD sebanyak 886 sekolah, dan 206 diataranya Madrasah Ibtidaiyah. Tingkat SLTP 283 buah dan didalamnya terdapat 196 MTs. Sementara dari jumlah lembaga SLTA 148 sekolah dan 97 diantaranya dikelola oleh swasta atau yayasan. Sedangkan 8 Perguruan tinggi di Lotim semuanya dikelola oleh swasta.

“Jadi saya menilai peran swasta untuk memjaukan pendidikan di Loti mini cukup besar, termasuk yayasan Maraqitta’limat, dan Pemkab Lotim telah mengalokasikan dana pendidikan sebesar 28 persen dari total anggaran APBD”, tuturnya.

Tampak hadir dalam acara silaturrahmi menteri agama RI ini, antara lain, Kakanwil Depag NTB, DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) NTB, H. Izzul Islam, para alim ulama dan undangan lainnya. Dan acara tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian hadiah bagi para juara yang mengikuti berbagai lomba dalam rangka menyemarakkan HUT Maraqitta’limat yang ke 58. (M.Syairi)

Ribuan Jama’ah Banjiri HUT Maraqitta’limat


Lombok Timur - Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Maraqitta’limat yang ke 58, yang dipusatkan di halaman Ponpes yang didirikan oleh al-marhum TGH. Zainduin Arsyad ini, dibanjiri puluhan ribu jama’ah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara yang berlangsung di konplek pondok pesantren Yayasan Maraqitta’limat Desa Mamben Lauq Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur tersebut dihadiri oleh stap ahli Menteri Agama RI, Drs. H. Ahmad S.St, Kakanwil Depag NTB, H. Suhaimi, Kakawil BKKBN NTB, Ketua FKSPP NTB, TGH. Safwan Hakim, bupati Lotim, H. Sukiman serta undangan lainnya.

Pimpinan pusat Yayasan Maraqitta’limat, TGH. Hazmi Hamzar, mengatakan Sebenarnya yayasan Maraqitta’limat ini dirintis jauh sebelum Indonesia merdeka, oleh TGH. Arsyad melalui majlis-majlis ta’lim. Perkembangan majlis ta’lim inipun cukup menggembirakan, lebih-lebih setelah pulangnya putra beliu (TGH. Zainudin Arsyad) dari Makkah Al-Mukarromah pada tahun 1930, sebagai pelanjut dari TGH. Arsyad.

Seiring dengan perkembangn zaman, ratusan majlis ta’lim yang dibinanya ditingkan statusnya menjadi sebuah lembaga pendidikan yayasan Maraqitta’limat pada tahun 1952. Sayang, ketika perkembangan yayasan ini menunjukkan kemajuan, pada tahun 1991, TGH,. Zainuddin Arsyad berpulang ke rahmatullan. Dan kepemimpinannya pun diganti oleh putra beliu yang ke tiga yaitu TGH. Hazmi Hamzar.

Di usia yayasan yang ke 58 ini, sudah banyak kemajuan yang capai, seperti di bidang pendidikan, Maraqitta’limat sudah memiliki 18 Madrasah Ibtidaiyah, 3 SD Islam, 14 buah Madrasah Tsanawiyah, SMP, SMA, dan Aliah. Di samping itu, juga didirikan dua buah perguruan tinggi, yaitu STIKES dan STKIP Hamzar.

Melihat perkembangan ini, lanjut TGH. Hazmi Hamzar, maka setiap santri dan siswa perlu dibekali keterampilan, karena persaingan hidup di tengah masyarakat yang semakin ketat. “Karena minimnya keterampilan inilah yang kadang-kadang membuat enggan orang masuk pesantren”, tegasnya.

Untuk mewujudkan santri yang memiliki keterampilan, yayasan Maraqitta’limat, juga mendirikan beberapa buak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan berbagai jurusan, seperti SMK pertukangan, kesehatan hewan, otomotif dan beberapa jurusan lainnya. “Selain kemajuan yang telah dicapai, yayasan ini juga masih banyak memiliki kekurangan, seperti belum adanya live bahasa dan computer”, kata H. Hazmi yang juga anggota DPRD I NTB ini.

Kekurangan yang diungkapkan oleh pimpinan Popes Maraqit ini, ternyata langsung mendapat respon dari Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi. “Dan untuk mengembangkan lembaga pendidikan ini, pada tahun 2010 Pemkab Lotim akan membantu dua program (live bahasa dan computer-red) yang dikembangkan oleh yayasan. Karena Maraqitta’limat merupakan lembaga pendidikan yang ikut berjuang untuk meningkatkan SDM”, kata Bupati Lotim seraya meminta pihak yayasan menyiapkan tempatnya.

Mendengar janji bupati Lotim, kontan disambut hangat oleh Kakanwil Departemen Agama NTB, H. Suhaimi yang bertindak mewakili gubernur NTB. “Karena bupati telah siap membantu peralatan live bahasa dan computer, maka pihak Depag akan membantu biaya pembangunan tempatnya”, janji Suhaimi di depan puluhan ribu jama’ah yang hadir, dan menyerahkan bantuan tunai dari gubernur NTB sebesar Rp. 30 juta.

Sementara TGH. Hazmi seusai acara, kepada wartawan mengungkapkan, bahwa pada tahun 2010 ini, ada empat program yayasan yang besar akan dijalankan, antara lain mewujudkan satu rumah satu sarjana, pusat konsling rumah Al-Hamzar, pendirian radio umat Al-Hamzar serta mencetak majalah umat, termasuk usulan pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam. “Dan semua program ini harus tuntas tahun 2010 ini”, tegasnya.(M.Syairi)