Terima kasih anda telah mengunjungi blog Yayasan Maraqitta'limat***Info Yayasan Maraqitta'limat bisa dilihat di yamtia.wordpress.com***Pemondokan jamaah haji tahun ini paling jauh 4 km dari masjidil harom***Pelajar di Makkah Mukarromah siap membantu jamaah hajji selama berada di Makkah Mukarromah***Para Relawan siap kembali dikirim ke Gaza

Sabtu, 01 Mei 2010

Menteri Agama RI, Apresiasi Perjuangan Ulama


Lombok Timur - Menteri Agama (Menag) RI, H. Surya Darma Ali, (1/5), memberikan apresiasi atas perjuangan ulama terhadap pendirian lembaga pendidikan agama di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan di depan ribuan jama’ah, pada acara kunjungan silaturrahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) yayasan Maraqitta’limat Desa Mamben Lauq, Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para ulama dan kiyai kita merupakan sumbangan yang sangat luar biasa bagi bangsa dan Negara ini.

Program yayasan Maraqitta’limat yang dicanangkan satu rumah satu sarjana mendapat respon positif. “Saya merespon niat baik dari yayasan ini untuk menciptakan satu rumah satu sarjana, dan ini merupakan program yang sangat luar biasa dan harus kita sikapi dan tanggapi dengan baik”, kata Surya Darma Ali.

Madrasah, kata Surya, adalah sebagai tempat untuk mencetak genarasi yang kuat, bukan generasi yang lemah. Sebab kita tidak bisa bayangkan, bila generasi umat Islam yang memiliki 4000 lebih ponpes di Indonesia ini melahirkan genarsi yang lemah atau tidak memiliki ilmu pengetahuan, maka 5 atau 10 tahun mendatang, bangsa yang kita cintai ini akan menjadi lemah.

Lebih lanjut Menag mengatakan, bila kita ingin bahagia atau kaya dunia dan akhirat hendaknya kita memiliki ilmu pengetahuan. Dan untuk memperoleh ilmu ini tentu dengan rajin belajar dan kita tidak boleh lepas dari pendidikan yang telah didirikan oleh para ulama. “Karenanya sebagai siswa atau anak sejak dini harus dilatih untuk bertanggungjawab baik kepada kedua orang tua maupun gurunya, yang salah satu bentuk tanggungjawabnya adalah dengan belajar”, jelasnya.

Sementara pimpinan pusat yayasan Maraqitta’limat, TGH. Hazmi Hamzar dalam pengantarnya memaparkan, bahwa lembaga pendidikan yang dipimpinnya sudah memasuki usia 58 tahun yang didirikan oleh al-marhum TGH. Zainuddin Arsyad yang pulang dari Makkah Al-Mukkarromah pada tahun 1930.

Perjuangan TGH. Zainuddin Arsyad, untuk mensyiarkan dakwah Islam ini adalah mewarisi perjuangan ayahanya almarhum TGH. Arsyad, yang melakukan misi dakwahnya dari penduduk pesisir pantai, seperti Sambelia, Belanting, Sembalun, Bayan, Sidutan sampai ke Bongor Lombok Barat. Dan pada tahun 1991, pimpinan yayasan ini dimandatkan pada putra ke tiga TGH. Zainuddin Arsyad, yaitu TGH. Hazmi Hamzar.

Hazmi Hamzar yang juga angota DPRD NTB ini menjelaskan, bahwa saat ini yayasan Maraqit telah memiliki 19 lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 17 MTs, 1 SMP, SMA, Madrasah Aliayah dan beberapa Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) serta ditambah dengan dua perguruan tinggi, masing-masing Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hamzar dan Sekolah Tinggi Kejuruan Ilmu Pendidikan (STKIP). “Melalui beberbagai lembaga pendidikan inilah kami akan programkan satu rumah satu sarjana”, jelasnya.

Sedangkan Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmiy, dalam sambutannya mengakui, bahwa kabupaten yang berada di ujiung timur pulau Lombok ini memiliki penduduk yang terpadat diantara kabupaten-kabupaten lainnya yang ada di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), atau sekitar 26 persen dari jumalh penduduk NTB. Dan dalam bidang pendidikan, Lotim memiliki lebih 90 persen lembaga pendidikan swasta yang dikelola oleh pondok pesantren dan yayasan.

Hal ini, lanjut Sukiman, dapat dilihat dari jumlah lembaga pendidikan yang ada, seperti untuk tingkat SD sebanyak 886 sekolah, dan 206 diataranya Madrasah Ibtidaiyah. Tingkat SLTP 283 buah dan didalamnya terdapat 196 MTs. Sementara dari jumlah lembaga SLTA 148 sekolah dan 97 diantaranya dikelola oleh swasta atau yayasan. Sedangkan 8 Perguruan tinggi di Lotim semuanya dikelola oleh swasta.

“Jadi saya menilai peran swasta untuk memjaukan pendidikan di Loti mini cukup besar, termasuk yayasan Maraqitta’limat, dan Pemkab Lotim telah mengalokasikan dana pendidikan sebesar 28 persen dari total anggaran APBD”, tuturnya.

Tampak hadir dalam acara silaturrahmi menteri agama RI ini, antara lain, Kakanwil Depag NTB, DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) NTB, H. Izzul Islam, para alim ulama dan undangan lainnya. Dan acara tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian hadiah bagi para juara yang mengikuti berbagai lomba dalam rangka menyemarakkan HUT Maraqitta’limat yang ke 58. (M.Syairi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar