Terima kasih anda telah mengunjungi blog Yayasan Maraqitta'limat***Info Yayasan Maraqitta'limat bisa dilihat di yamtia.wordpress.com***Pemondokan jamaah haji tahun ini paling jauh 4 km dari masjidil harom***Pelajar di Makkah Mukarromah siap membantu jamaah hajji selama berada di Makkah Mukarromah***Para Relawan siap kembali dikirim ke Gaza

Rabu, 07 April 2010

Sahlan Rafiqi : Media Harus Berlaku Jujur


Makkah Al-Mukarromah,-
Ketua Pembina MTZOne, Ustad H. Sahlan Rafiqi Mashal ketika ditemui di kediamannya menyampaikan kepada rekan-rekan MTZone agar senantiasa berlaku jujur dan amanah dalam melaksanakan tugas sebagai wartawan media massa dan elektronik. Hal tersebut juga disampaikan oleh ust. Sahlan di hadapan sejumlah pelajar Ma'had Harom asal NTB. Beliau memandang akibat tidak jujur dan tidak amanahnya media dapat menyebabkan kesalahan informasi yang diterima oleh masyarakat. " Media harus berlaku jujur dan amanah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat benar-benar pham akan berita yang dsampaikan." ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sahlan juga tak lupa menyampaikan agar media tidak hanya sebagai pemberi informasi saja tetapi juga sebagai pemerstu ummat bukan sebaliknya. " Kita mengharapkan media sebagai pemersatu ummat bukan memecah belah ummat," tegasnya. Beliau juga menyampaikan ucapan selamat HUT Yayasan Maraqitta'limat yang ke-58 dan berdirinya Radio Al-Hamzar. Sahlan berharap dengan adanya radio tersebut masyarakat bisa menyerap informasi yang luas dan dapat menambah wawasa. ( rizal)

Senin, 05 April 2010

HUT Yamtia ke 58 Gelar Berbagai Kegiatan

LOMBOK TIMUR - Untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Maraqitta’limat yang ke 58, berbagai kegiatan lomba sudah mulai dilaksanakan.

Kegiatan lomba seperti Posesni dibuka sejak jum’at malam (2/4) kemarin. Dan bersamaan dengan itu juga diadakan seminar Nasional pendidikan, dan seminar regional kesehatan.

”Selain kegiatan tersebut, HUT Maraqitta’limat yang akan berlangsung hari Ahad 25 April mendatang, juga akan diisi dengan muktamar Huimpunan Pemuda Maraqitta’limat (HPM). ”Insya Allah kami akan mengadakan muktamar HPM dalam waktu dekat ini”, tutur Ruhaeman SE, salah seorang pengurus pusat Yamtia.

Di bidang sosial, Yayasan Maraqitta’limat juga akan mengadakan, pengobatan geratis untuk 100 orang tua jompo, sunatan massal untuk 200 orang, pelayanan KB geratis Pasangan Usia Subur (PUS), pencegahan wabah demam berdarah (Fogging), tes golongan darah dan lain-lain.

Kegiatan HUT Yamtia ke 58 ini, akan diakhiri dengan pawai ta’arruf yang diikuti oleh semua elemen masyarakat yang jumlahnya puluhan ribu dengan menempuh jarak lebih kurang 2 km. pada hari yang sama, juga akan diresmikan Radio Maraqitta'limat Mediaswara dengan nama udara Radio Alhamzar.


Sementara acara puncaknya yang didisi dengan ceramah agama tersebut akan dpusatkan di konplek Pondok Pesantren Maraqitta’limat di Desa Mamben Lauq Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.




Jumat, 02 April 2010

MTs. Maraqitta’limat Didik Siswa Hidup Irit


LOMBOK UTARA - Hidup irit dan sederhana merupakan salah satu ajaran agama. Pendidikan inilah yang sekarang mulai dikembangkan oleh para tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah Maraqitta’limat (MTs-MT) Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan-Lombok Utara.

Untuk mengaplikasikan hidup sederhana dan irit terhadap puluhan siswanya, kepala sekolah bersama guru lainnya, terus mendorong para siswanya untuk menabung belanjanya sedikit demi sedikit. “Kami menganjurkan mereka untuk menabung setiap hari di rumah, dan bila sudah kumpul nanti, sekolah akan menyimpannya di Bank terdekat”, tutur Hamdan, Kepala MTs-MT, ketika ditemui Yamtia di dikediamannya di Dusun Lenggorong (2/4) kemarin.

Menurut Hamdan, tujuan untuk menabung ini adalah untuk mengurangi beban para wali murid dan sekolah terutama biaya pada saat ujian akhir dan masuk ke SLTA. Karena selama ini setiap kali para siswa ujian atau mau masuk sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, para wali murid selalu kesulitan biaya, sehingga tidak sedikit di antara mereka harus ngutang atau angkat ijon mente.

Melihat kondisi demikian, para gurupun berfikir untuk mencarikan solusi yang tepat, tentunya dengan belajar hidup sederhana dan irit serta menabung belanja sekolahnya setiap hari. “Alhamdulillah, sekarang sudah ada siswanya yang memiliki tabungan jutaan rupiah”, kata Hamdan.

Bersekolah di MTs-MT, lanjut Hamdan, tidak dipungut biaya sepeserpun, entah itu uang pembangunan atau BP-3, karena rata-rata yang siswanya adalah tergolong anak-anak yang kurang mampu. “Kami di sini (Mts-MT-red) tidak memungut biaya dan tanpa uang pendaftaran, yang penting persyaratan untuk masuk itu lengkap, seperti ijazah dan lainnya”, jelas Hamdan.

Selain mengajar sesuai dengan kurikulum, para siswanya juga dibekali dengan ilmu dakwah dan keterampilan. Dalam bidang dakwah setiap pagi sebelum jam pelajaran, para siswa secara bergantian menyampaikan kultum atau kuliah tujuh menit. Sementara di bidang keterampilan, siswanya dilatih untuk membuah pot bunga, bingkai foto dan miniatur-miniatur kecil, seperti miniatur berugak, masjid kuno dan beberapa kegiatan keterampilan lainnya.

Sayang, kemajuan ini belum didukung dengan fasilitas ruang belajar yang memadai. Padahal sekolah yang berdiri sejak tahun 2007 lalu ini, sudah memiliki kelas III, yang pada tahun ini merupakan tahun bersejarah bagi MTs-MT Lenggorong, karena merupakan ujian perdana bagi siswanya. “Tahun ini dapat dikatakan tahun bersejarah, karena siswa kami dapat mengikuti ujian perdana yang dilaksanakan beberapa hari lalu”, tutur Hamdan.

Pantauan Yamtia menunjukkan, bahwa MTs-MT yang terletak di pertigaan jalan Lenggorong ini baru memiliki dua kelas ruang belajar dan puluhan stel meja bangku. Sementara mubiler lainnya seperti almari, meja dan kursi guru belum ada. Akibatnya beberapa hasil keterampilannya masih berserakan disana-sini. “Kami membutuhkan tambahan dua ruangan, yaitu ruang belajar dan keterampilan serta ditambah dengan kantor guru dan mubiler”, kata beberapa guru yang mengajar.

Kendati banyak kekurangan, namun yang jelas tidak sampai mengganggu pelajaran siswanya, bahkan mereka cukup antusias untuk menerima pelajaran dari para gurunya yang sudah banyak S-1 ini. Demikian juga dengan para pahlawan tanpa tanda jasa ini (guru-red), tidak pernah mengendur semangatnya untuk mendidik kader-kader yang berguna untuk bangsa, Negara dan agama.

“Kekurangan fasilitas, bukan menjadi halangan untuk memajukan sebuah lembaga pendidikan dan kami para guru tidak terlalu terpengaruh untuk mendidik anak-anak. Hanya saja kami berharap ke pemerintah untuk bisa mengatasi kekurangan-kekurangan yang ada, termasuk masalah air bersih, karena di MTs-MT ini belum ada air bersihnya”, kata beberapa guru berharap. (M.Syairi)



Sabtu, 27 Maret 2010

BERITA DALAM FOTO





Foto: H. Mashal SH.MH, pada saat melantik pengurus cabang Yayasan Maraqitta'limat Kecamatan Bayan.
Para Pengurus Cabang Yayasan Maraqitta'limat Kecamatan Bayan-Lombok Utara



Berita FOTO



1. TGH. Hazmi Hamzar bersama Camat Bayan, R. Tresnawadi S.Sos pada saat acara halal bihalal di MTs. Lokok Aur Desa Karang Bajo.
2. TGH. Hazmi Hamzar berziarah dengan jama'ah seusai pengajian umum di Lombok Utara


Jumat, 26 Maret 2010

Pemberitahuan

PemberitahuanBagi Perguruan Tinggi/Yayasan pengusul yang akan mengirimkan revisi melalui situs http://prodibaru.dikti.go.id/
Agar mengirimkan dokumen-dokumen sebagai berikut :
1. Formulir 1
2. Surat revisi terakhir
3. Opini penilaian
Melalui Pos kepada : Direktur Jenderal Pendidikan TinggiKementrian Pendidikan NasionalMelalui Direktur AkademikGedung D lantai 7Jalan Jendral SoedirmanPintu 1 Senayan – Jakarta Pusat
Untuk mendapat nomor registrasi yang akan dikirim kepada pengusul oleh direktur Akademik melalui surat elektronik (e-mail) pengusulNomor registrasi diperlukan oleh pengusul untuk mengunggah data revisi dengan mengacu tata tulis pada Formulir 5 dari Sistem Online


Surat Dari Kementerian Pendidikan Nasional

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL
PENDIDIKAN TINGGI
Jln. Raya Jenderal Soedirman Pintu I, Senayan, Jakarta – 10270
Telp. 579 46 100 (Hunting)

Nomor : 0567 / D2.2 / 2010 15 Maret 2010
Lampiran : 1 (satu ) berkas
Prihal : Usulan Pembukaan Program Studi PGSD (S1)
Pada STKIP Hamzar Lombok Utara.

Yth. Ketua Yayasan Maraqitta’limat
Komplek Pondok Pesantren Maraqitta’limat
Kec. Bayan, Lombok Utara – NTB

Sehubungan dengan surat saudara No. 09/YMT/A/10/2009 tanggal 16 Oktober 2009 perihal seperti tersebut pada pokok surat, dengan hormat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Dosan tetap yang di ajukan masih kurang 5 orang lulusan S2 dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan program studi yang diusulkan, sesuai dengan ketentuan yang dipersyarakat pada Undang-undang Guru dan dosesn No.14 tahun 2005 pasal 46 ayat 2a yang menyatakan bahwa dosan harus memiliki kulaifikasi akademik minimal : lulusan program Magister (S2) untuk jenjang diploma dan serjana (S1).
2. Perlu kami sampaikan bahwa sejak tanggal 1 januari 2010 kami melakukan proses usulan program studi baru melalui On – Line, untuk mengetahui lebih lanjut hal ini saudara dapat mengakses Webste : http://prodibaru.dikti.go.id
3. Untuk proses revisi melalui sistem on line atas usulan tersebut mohon mendownload folmolir 1 ( Satu ) dan 2 ( Dua ) pada web seperti tersebut diatas, kemudian diisi lengkap dan segera dikirim kepada Direktorat Akademik Ditjen Pendidikan Tinggi, agar kami dapat memberikan nomor Registrasi sebagai password untuk dapat mengakses web on line ;
4. Agar melampirkan foto copy SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I tentang pengesahan Akta pendirian Yayasan Saudara.
Demikian harap maklum dan bersama ini pula berkas kami kembalikan.
Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Direktur Akademik,
ttd
Illah Sailah
NIP.195805211982112001
Tembusan :
1. Dirjen Pendidikan Tinggi ( Sebagai Laporan );
2. Koordinator Kopertis Wilayah VIII di Denpasar;
3. Kasubdit KPS Dit. Akademik, Ditjen Dikti

Minggu, 07 Maret 2010

Kreatifitas Remaja Masjid Al-Fatah


Remaja merupakan harapan masa depan bangsa. Karenanya perlu dibangun kreatifitas yang bermamfaat bagi generasi muda. Inilah yang coba dibangun oleh para remaja masjid jamik Al-Fatah Ancak Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, melalui sebuah seni hiburan kasidah modern Al-Fatah Nada. Kasidah, yang berdiri sejak tiga tahun lalu, kini sudah mulai dikenal oleh masyarakat, bukan saja di kecamatan Bayan, bahkan sampai lintas kabupaten yaitu Lombok Timur dan Pulau Sumbawa.

Menilik sejarah berdirinya kasidah modern Al-Fatah Nada yang dibina oleh para remaja masjid Al-Fatah ini, berawal dari sebuah keprihatinan melihat banyaknya remaja sekitar yang hidupnya hura-hura. Kondisi demikian membuat ketua remaja masjid, Mahsun Hidayat bersama anggotanya mengumpulkan anak-anak setingkat SD, SLTP dan SLTA yang ada di lingkup masjid Al-Fatah untuk bermusyawarah mendirikan sebuah seni hiburan bernuansa Islami.

Dari hasil musyawarah inilah, para remaja meminjam peralatan seadanya untuk memulai latihan kasidah. Melihat antusias para remaja masjid ini berlatih, para pengurus masjid Al-Fatah-pun memberi suport untuk mendorong para remaja mengembangkan bakat dan kreatifitas seninya.

Setelah beberapa bulan melakukan pelatihan, mulai nampak hasilnya, karena bisa ditampilkan pada setiap acara hari-hari besar Islam. Para remaja dan pengurus masjid kemudian membuat iuran untuk membeli peralatan yang dibutuhkan. Dengan peralatan yang cukup sederhana, kasidah Al-Fatah Nada lambat laun terus menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.

Tidak heran ketika kasidah ini tampil pada sebuah acara pengajian umum yang digelar oleh TGH. Hazmi Hamzar, di Dusun Lekok Aur Desa Karang Bajo, perhatian masyarakat akan keberadaan seni hiburan nuansa Islami ini semakin tinggi. Bahkan TGH. Hazmi Hamzar yang juga anggota DPRD I NTB, pada kesempatan tersebut langsung merespon, dengan memberikan sumbangan sebesar Rp. 1 juta.

Dari sumbangan inilah, pembina kasidah ini, membelikan gruopnya pakaian seragam. Dan mulailah kasidah ini dikenal di lintas kabupaten. Buktinya Al-Fatah Nada pimpinan Mahsun Hidayat ini, kembali di undang untuk pentas di Kecamatan Sambelia-Lombok Timur pada saat acara peresmian gedung MTs. Maraqitta’limat di Desa Belanting.
Setiap hari besar Islam, khususnya di beberapa tempat di kecamatan Bayan, dapat dipastikan, kasidah ini akan tampil menghibur para undangan. ”Karena di samping para penyanyinya memiliki suara yang merdu, juga lagu yang dinyanyikan rata-rata lagi Islami, sehingga dengan menghayati lagunya dapat mengubah prilaku dari yang tidak baik menjadi baik”, ungkap Akmaludin, salah seorang warga Desa Akar-Akar.

Dari hasilnya pentas dibeberapa tempat ini, sebagiannya digunakan untuk membeli perlengkapan peralatan yang dibutuhkan. ”Peralatan kami masih banyak yang kurang, sehingga membutuhkan pendanaan yang cukup besar atau sekitar Rp. 30 juta lebih untuk melengkapinya”, kata Mahsun Hidayat pada YMT(7/3) ketika ditemui di sela-sela kesibukannya menghibur warga Desa Senaru, tadi pagi.

Mahsun Hidayat yang juga pengurus Rakom Primadona FM ini, mengaku bangga melihat para anak dan remaja yang dibinanya cukup antusias untuk terus berlatih, kendati untuk sementara tidak mendapatkan apa-apa. ”Saya cukup bangga melihat kreatifitas para remaja yang masuk grup kasidah Al-Fatah Nada, bahkan jika ada dana, direncanakan untuk membuat rekaman”, kata Mahsun yang juga ketua Karang Taruna Desa Karang Bajo.

Kepada pemerintah daerah, diharapkan untuk dapat membantu perkembangan kasidah modern Al-Fatah nada ini, sehingga kedepan dapat berkembang yang jauh lebih maju dari pada sekarang. ”Kasidah ini perlu mendapat perhatian dan bantuan baik dari pemerintah daerah mapun pusat, karena ini merupakan sarana tempat para remaja berkreatifitas untuk mengembangkan bakat seninya”, pinta beberapa pengurus masjid Al-Fatah.

Harapan senada juga diungkapkan oleh sekertaris pengurus Rakom Primadona, Hamdi Hidayat Spd. ”Pemerintah daerah khususnya KLU perlu membantu dan mendukung keberadaan kasidah ini, karena ini merupakan asset Lombok Utara kedepan”, pungkas Hamdi.

Islam Agama Yang Damai



Makkah Almukarromah,-
Juru bicara mahasiswa asal NTB di Makkah, Ust. Sahlan Rafiqi menyatakan dengan tegas bahwa ajaran Islam tidak mengenal aksi terorisme. Hal tersebut dikemukakan pada saat menghadiri silaturrahmi guru-guru Sekolah Indonesia di Jeddah.


" Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan ataupun terorisme. Islam itu agama yang mengajak kepada kedamaian. Tidak ada satupun ayat Al-Qur'an ataupun hadits yang mengajarkan kekerasan apalagi terorisme." ungkapnya.

Ustadz Sahlan yang saat ini menimba ilmu di Ma'had Harom Makkah menerangkan bahwa ajaran Islam dibawa Rasulullah saw dengan penuh kelembutan dan kedamaian tanpa menggunakan kekerasan. Ummat Islam tidak akan memerangi kaum kafir jika kaum kafir tidak memerangi kaum muslimin. Namun pada zaman Rasulullah saw, kaum kafir yang mulai memerangi kaum muslimin, sehingga Rasulullah dan para sahabatnya memerangi mereka.

Ditanya mengenai aksi terorisme yang kerap kali terjadi di negara Indonesia, ustadz ini menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kegiatan terorisme, apalagi kalau alasannya jihad.

"Kita tidak akan pernah menyetujui kegiatan terorisme apapun alasannya. Apalagi kalau alasannya berjihad," imbuhnya.

Sahlan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terpancing dengan isu terorisme tersebut. Baginya tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama dan jihad merupakan bagian dari upaya untuk merusak ajaran Islam yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, ust. Sahlan yang juga juru bicara mahasiswa asal NTB di Makkah menegaskan dukungannya kepada pemerintah dan Polri untuk memberantas habis kegiatan terorisme.

"Kita wajib membenci orang-orang kafir, tetapi bukan berarti memerangi mereka. Justru, kita ajak mereka untuk masuk ke dalam Islam. Kecuali, jika mereka memerangi ummat Islam, maka ummat Islam wajib memeranginya seperti yang terjadi di Palestina," jelasnya. (rizal/mtzone)

Sabtu, 27 Februari 2010

Diduga Gara-gara Miras

Selong - Diduga gara-gara kerap mabuk menenggak minuman keras (miras) yang disertai main pukul terhadap warga, rumah Sh (43), di Dusun Tangger, Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur (Lotim), Kamis (25/2) malam lalu, diserbu massa setempat. Dalam aksi tersebut, rumah Sh dan rumah kakaknya yang bersebelahan, termasuk satu unit kendaraan Carry Zebra, dirusak dan dibakar . Masyarakat marah lantaran Sh diduga melakukan pemukulan terhadap Andi (39), anak salah seorang tokoh agama setempat.

Keterangan yang diperoleh di tempat kejadian perkara (TKP), menyebutkan, pada Kamis sore sebelumnya Andi mengambil inisiatif untuk melerai Sh yang tengah berkelahi dengan beberapa pemuda yang diduga sama-sama mabuk. Namun Sh tampaknya salah menduga, lalu menilai Andi berpihak kepada lawan Sh. Akibatnya Sh memukul Andi. ‘’Kedua tangan Andi dipegang oleh beberapa orang, lalu dihajar habis-habisan,’’ kata seorang saksi.

Masyarakat tampaknya tidak menerima jika Andi, pemuda yang dikenal sebagai orang baik-baik di kampungnya itu diperlakukan kasar. Malam harinya, ratusan pemuda mencari Sh di rumahnya. Namun sayang, Sh yang sadar dirinya menjadi buronan, tidak ditemukan di rumahnya. Karenanya, rumah Sh jadi sasaran amuk masaa. Tidak puas dengan menghancurkan rumah Sh, mereka juga berniat melakukan aksi serupa di rumah Ded (45), oknum Sekdes Desa Sukarara. Oknum Sekdes itu dikenal sebagai pembela Sh dan kerap bersama-sama mabuk. Namun aksi massa berhasil dihalau ratusan petugas yang diterjunkan untuk mengamankan TKP, baik dari anggota Dalmas Polres Lotim, Perintis, maupun Brimob.

Pada Jumat (26/2) siang kemarin, massa masih berkumpul dan berencana hendak melakukan aksi anarkis kembali. Namun pasukan keamanan yang berjaga ketat yang dipimpin langsung Kapolres Lotim AKBP Erwin Zadma, S.IK itu berhasil mengendalikan situasi. Massa akhirnya menggelar orasi dan menuntut agar oknum Sekdes dicopot dari jabatannya. ‘’Sekdes yang semestinya jadi teladan masyarakat tersebut malah menunjukkan contoh yang buruk,’’ teriak mereka. Polisi mengamankan oknum Sekdes dan juga seorang anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) desa setempat yang dicari-cari massa , dan saat diamankan kondisi keduanya dalam keadaan mabuk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus pembakaran rumah dan mobil tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WITA, berawal dari ulah Sh dan rekan-rekannya yang saat ada nyongkolan di desa tersebut, main kebut-kebutan dan dalam kondisi mabuk. Salah seorang warga yang melihat ulah para pelaku tersebut, Andi, mendekat dan berusaha untuk menegur agar tidak membuat keributan. Namun, para pelaku tidak menanggapi, bahkan justru mereka menghajar korban. Korban tidak mampu memberikan perlawanan karena seluruh tangannya dipegang para pelaku dan langsung dihajar.

Tidak terima perbuatan pelaku tersebut, korban pulang dan memberitahu keluarga serta warga. Kebetulan Sh dan rekan-rekannya telah lama diincar oleh warga karena dikenal kerap sebagai biang kerok keributan di desa itu lantaran menenggak miras. ‘’Untung saja pelaku tidak ditemukan di rumahnya saat itu. Kalau dia ada, bisa-bisa dibunuh,’’ kata warga. Menurut warga, bahkan rumah Sh yang dibakar tersebut kerap dijadikan tempat jual miras dan mabuk-mabukan, sehingga meresahkan warga.

Kapolres Lotim AKBP Erwin Zadma, S.IK di TKP menjelaskan, rumah dan mobil yang dibakar dalam aksi massa itu milik Sh yang diduga sebagai pelaku pemukulan terhadap salah seorang anak tokoh agama setempat. ‘’Untuk mengamankan TKP, kita turunkan tiga peleton, masing satu peleton Dalmas, Samapta dan Brimob,’’ katanya. Situasi di TKP sudah kondusif. ‘’Kita amankan oknum Sekdes agar tidak menjadi sasaran amuk massa , sambil dimintai keterangan dan sambil menunggu situasi kondusif,’’ katanya. Selain itu, Kapolres juga mengimbau kepada Sh untuk segera mengamankan diri ke Polres. Polisi juga telah meminta keterangan empat orang saksi dari warga. (038) (dikutip dari Suara NTB)

Mendidik Mental Dengan Dakwah

Pendidikan mental bagi siswa Madrasah Tsnawiyah Maraqitta’limat Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, dilakukan dengan pelatihan dakwah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala MTs. Lenggorong, Ustadz Hamdan pada Koran BERITA, (26/2) kemarin. Menurutnya, pelatihan dakwah yang dilakukan setiap pagi oleh para siswanya, selain bertujuan untuk melatih mental, juga kelak setelah mereka tamat dari madrasah, minimal mereka mampu mengembangkan ajaran agama, terutama untuk diri, keluarga dan lingkungan sekitarnya.

”Dakwah ini dilakukan setiap pagi secara bergantian oleh para siswa, sebelum masuk kelas dan sudah berjalan dua bulan. Dan para siswa cukup bersemangat belajar bertabligh (dakwah-red) walaupun hanya 7 menit setiap pagi”, tutur Hamdan dengan bangga melihat siswanya yang kini sudah banyak bisa berdakwah.

Selain berda’wah, para siswa dari kelas I sampai kelas III juga diajar berbagai keterampilan, seperti membuat pot bunga dari semen dan pasir laut, yang hasilnya cukup bagus. ”Jadi di sekolah ini siswa bukan melulu masuk kelas, tapi juga dilatih keterampilan, yang kelak bila dikembangkan dapat membangunan perekonomian sekolah. Dan beberapa hasil tangan-tangan siswa terampil ini sudah ada yang siap dipasarkan”, jelas Asri, Spd , guru keterampilan di MTs Lenggorong ini.

”Jadi MTs. Lenggorong, selain memiliki visi untuk mendidik para siswa menjadi insan yang berimtaq (iman dan taqwa) juga sekaligus menjadi manusia beriptek (berilmu pengetahuan dan teknologi). Imtaq dilakukan dengan pendididkan pelatihan dakwah, sedangkan ipteq diwujudkan melalui pelajaran keterampilan”, pungkas Hamdan.


Jumat, 26 Februari 2010

Berpegang Tegung Kepada Al-Qur'an dan Sunnah

Ma'asyirol Muslimin,
Ketahuilah, bahwa tatkala Rasulullah saw meninggal dunia, beliau tidak meninggalkan apa2 kepada ummatnya kecuali dua perkara. Dua perkara yang apabila setiap muslim berpegang teguh kepadanya maka ia akan terhindar dari kesesatan, dua perkara itu ialah Al-Qur'an dan Sunnah.


Rasulullah saw bersabda:
"Aku tinggalkan dua perkara yang apabila kalian memegang teguh keduanya, kalian tidak akan tersesat selamanya, dialah kitabullah dan sunnahku,"(HR. Bukhor)

Ma'asyirol Muslimin
Saat ini kita hidup di zaman yang penuh dengan fitnah, zaman yang penuh dengan kemaksiatan, dimana banyak diantara saudara-saudara kita melupakan Al-Qur'an dan Sunnah. Perzinahan, pemerkosaan, meminum minuman keras, adu domba, ghibah dan lain-lain sudah banyak terjadi di sekitar kita, ini tiada lain karena mereka jauh dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Pada kesempatan ini, kami mengingatkan kepada seluruh kaum muslimin agar senantiasa memegang teguh Al-Qur'an dan Sunnah.

Kamis, 25 Februari 2010

Ratusan Guru Dinonjobkan

Bupati Lotim Terancam Di-PTUN-kan
Selong - ORASI -- Ketua PGRI Lotim, Mahsin, saat berorasi di hadapan para guru anggota PGRI dalam aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Lotim, Rabu (24/2) kemarin.


Ketua PGRI Lombok Timur (Lotim), Mahsin, memastikan dirinya dan ratusan anggota PGRI, secara individu dan lembaga, akan menggugat Bupati Lotim H.M. Sukiman Azmy ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Mahsin dan ratusan kepala sekolah, termasuk puluhan pengawas pendidikan merasa kurang nyaman, menyusul pembebastugasan mereka dari jabatan sebelumnya (nonjob).

Mahsin mengungkapkan hal itu secara lantang di hadapan sejumlah anggota PGRI Lotim saat aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Lotim, Rabu (24/2) kemarin. Kebijakan bupati yang demikian dianggap sebagai suatu sikap kontraproduktif di saat pemkab dan guru mestinya bersinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat untuk mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM). ‘’PGRI telah dimusuhi,’’ teriak Mahsin.

Aksi PGRI tersebut mendapat pengamanan ketat dari aparat Polres Lotim yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Erwin Zadma, S.IK. Dalam permakluman unjuk rasa yang disampaikan PGRI kepada Polres, tercatat akan dihadirkan sekitar 2.000 guru yang hendak turun ke jalan. Pada fakta yang ada menunjukkan, pengunjuk rasa yang turun kurang dari 200 orang. ‘’Lebih banyak anggota polisi dan Pol PP daripada kami,’’ kata seorang guru pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa yang juga dibantu elemen Komunitas Masbagik Bersatu (Kombes) yang dikoordinir Eko Raharjo dan Haerul Ihsan itu, juga menuntut tunjangan kesra guru agar lebih diperhatikan. ‘’Dulu para guru pernah dijanjikan akan menaikkan uang kesra sampai Rp 400.000 per bulan, tetapi hingga saat ini tidak terealisasi,’’ katanya.

Tak hanya itu, para pengunjuk rasa melalui orator Junaidi, seorang guru di Kecamatan Aikmel, berikut bendahara PGRI Lotim, Abdul Gafur PB, dalam orasinya menuding bupati telah melanggar nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani bersama oleh Sukiman Azmy dengan PGRI dulu saat musim kampanye Pilkada tahun 2008. Dalam MoU itu jelas tertuang komitmen untuk pelaksanaan program pendidikan gratis dan perbaikan penghasilan para guru. ‘’Semua itu terindikasi telah dilanggar bupati,’’ demikian mereka.

Ketua PGRI Lotim dalam orasinya tak lupa menyampaikan, bahwa aksi guru-guru kali ini adalah yang pertama dalam kepemimpinan Bupati Sukiman, dan bukan yang terakhir. ‘’Tidak dilaksanakan visi misi adil dalam kesejahteraan dan sejahtera dalam keadilan merupakan pemicu dari aksi-aksi guru-guru dan elemen masyarakat lainnya di kemudian hari,’’ katanya. Para pengunjuk rasa bergeser ke Kantor Dinas Dikpora Lotim setelah di kantor bupati aksi mereka merasa tidak direspons. (038) Suara NTB



Kelapa Komoditi Unggulan Lombok Utara

Lahan pertanian di kabupaten Lombok Utara yang memiliki moto ”tiok-tata-tunak” ini, membentang luas mulai dari ujung barat Kecamatan Pemenang hingga ujung paling timur Kecamatan Bayan.

Di sepanjang jalan terdapat ribuan bahkan jutaan pohon kelapa yang berdiri tegak dengan daunnya yang melambai-lambai, seolah-olah menantang para investor dan pembeli untuk menanamkan modalnya. Tidak heran bila Lombok Utara yang baru mekar ini memiliki komoditi unggulan selain kopi, coklat, mente, vanili, dan pisang juga termasuk kelapa.

Harga perbutir kelapa yang paling besar berkisar Rp. 1000 sampai 1250 perbutirnya. Sementara jika pembeli langsung mengambil dari pohonnya, harganya pun berkisar tiga butir per seribu rupiah.

Kendati banyak kelapa, namun jarang sekali warga tani mengolahnya menjadi minyak atau bahasa lomboknya (jeleng). Padahal jika diolah menjadi minyak, harganya pun bisa mencapai Rp. 10000-15000 perkilogram. Sedangkan per 7 butir kelapa bisa mendapat minyak satu kg.

Hal ini disebabkan, di samping kurangnya pembinaan dari instansi terkait, juga kurangnya permodalan yang dimiliki oleh warga. Padahal pemasaran minyak kelapa ini cukup bagus di wilayah Kabupaten Lombok Utara.






Rabu, 24 Februari 2010

Ratusan Jamaah Hadiri Perayaan Maulid Nabi Bersama Sayid Ahmad

Makkah Al-Mukarromah,-
Hari Senin (22/2) yang lalu tepat pukul 18.00 ratusan jamaah memadati kediaman Sayid Ahmad bin Muhammad Alawi Maliky di Rushaifah, Makkah. Tampak jamaah tersebut berasal dari Indonesia, Sudan, Etiopia, Yaman dan negara lainnya.


Kedatangan jamaah tersebut untuk menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. Perayaan kali ini terbilang cukup besar terbukti para jamaah memadati aula Sayyid Ahmad.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, acara dimulai sebelum sholat isya' yang diawali dengan pembacaan Al-Qur'an kemudiaan pembacaan sholawat-sholawat kepada Nabi yang dilanjutkan dengan sholat Isya berjamaah. Setelah menunaikan sholat isya, dilanjutkan dengan taushiyah dari Sayyid Ahmad.

Perlu diketahui bahwa Sayyid Ahmad merupakan anak pertama Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliky salah seorang ulama besar madzhab Syafi'i di Makkah. Dalam taushiyahnya Sayyid Ahmad mengingatkan kaum Muslimin agar senantiasa mencintai Rasulullah saw dengan mengikuti sunnah nya.

Tampak para pelajar dari Indonesia sangat khusyu' menghadiri seluruh rangkaian peringatan Maulid tersebut. Ustadz H.M. Zahidi Akmal yang berasal dari Mamben Daya, Lombok Timur turut menghadiri perayaan Maulid dan mengaku senang. " Alhamdulillah saya cukup senang sekali bisa menghadiri Maulid yang hanya dilaksanakan setahun sekali," ujarnya. Sementara itu Dr. Ahmad Shiddiq, salah seorang tenaga pengajar di Madrasah As-Shoulatiyah menyatakan agar kecintaan kita kepada Rasulullah saw tidak hanya ditunjukkan pada peringatan kali ini tetapi di hari-hari yang lain juga. (rusli/ahmad)